Blogger Widgets Abdurrahman Fadhillah (Ikhwan Polsri): Tugas 2 Presentasi Sistem Operasi

Kamis, 14 Mei 2015

Tugas 2 Presentasi Sistem Operasi

Assalamualaikum, inilah hasil pembahasan presentasi kami minggu belakang tentang teknik Penjadwalan Prosesor , pengen tau lets cekidot...


SHORTEST JOB FIRST

Penjadwalan ini mengasumsikan waktu jalan proses sampai selesai diketahui sebelumnya. Mekanismenya adalah menjadwalkan proses dengan waktu jalan terpendek lebih dulu sampai selesai, sehingga memberikan efisiensi yang tinggi dan turn around time rendah dan penjadwalannya tak berprioritas.

Contoh :
Terdapat empat proses (job) yaitu A,B,C,D dengan waktu jalannya masing-masing adalah 8,4,4 dan 4 menit. Apabila proses-proses tersebut dijalankan, maka turn around time untuk A adalah 8 menit, untuk B adalah 12, untuk C adalah 16 dan untuk D adalah 20. Untuk menghitung rata-rata turn around time seluruh proses adalah dengan menggunakan rumus :
( 4a + 3b + 2c + 1d ) / 4

Dengan menggunakan rumus, maka dapat dihitung turn around time-nya sebagai berikut (belum memperhatikan shortest job first, lihat gambar a) :
= ( 4a + 3b + 2c + 1d ) / 4
= ( 4x8 + 3x4 + 2x4 + 1x4 ) / 4
= ( 32 + 12 + 8 + 4 ) / 4
= 56 / 4
= 14 menit




Apabila keempat proses tersebut menggunakan penjadwalan shortest job first (lihat gambar b), maka turn around time untuk B adalah 4, untuk C adalah 8, untuk D adalah 12 dan untuk adalah 20, sehingga rata-rata turn around timenya adalah sebagai berikut :
= ( 4a + 3b + 2c + 1d ) / 4
= ( 4x4 + 3x4 + 2x4 + 1x8 ) / 4
= ( 16 + 12 + 8 + 8 ) / 4
= 44 / 4
= 11 menit
Jelas bahwa a memberikan nilai kontribusi yang besar, kemudian b, c dan d. Karena SJF selalu memperhatikan rata-rata waktu respon terkecil, maka sangat baik untuk proses interaktif. Umumnya proses interaktif memiliki pola, yaitu menunggu perintah, menjalankan perintah, menunggu perintah dan menjalankan perintah, begitu seterusnya.



Masalah yang muncul adalah :
-          Tidak mengetahui ukuran job saat job masuk.
Untuk mengetahui ukuran job adalah dengan membuat estimasi berdasarkan kelakukan sebelumnya.
-          Proses yang tidak datang bersamaan, sehingga penetapannya harus dinamis.
Penjadwalan ini jarang digunakan, karena merupakan kajian teoritis untuk pembandingan turn around time.
Karena SJF selalu memperhatikan rata-rata waktu respon terkecil, maka sangat baik untuk proses interaktif. Umumnya proses interaktif memiliki pola, yaitu menunggu perintah, menjalankan perintah, menunggu perintah dan menjalankan perintah, begitu seterusnya. Masalah yang muncul adalah tidak mengetahui ukuran job saat job masuk. Untuk mengetahui ukuran job adalah dengan membuat estimasi berdasarkan kelakukan sebelumnya. Prosesnya tidak datang bersamaan, sehingga penetapannya harus dinamis. Penjadwalan ini jarang digunakan karena merupakan kajian teoritis untuk pembandingan turn around time.

Algoritma ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :
 1. Preemptive

Penjadwalan Preemptive mempunyai arti kemampuan sistem operasi untuk memberhentikan sementara proses yang sedang berjalan untuk memberi ruang kepada proses yang prioritasnya lebih tinggi. Jika ada proses yang sedang dieksekusi oleh CPU dan terdapat proses di ready queue dengan burst time yang lebih kecil daripada proses yang sedang dieksekusi tersebut, maka proses yang sedang dieksekusi oleh CPU akan digantikan oleh proses yang berada di ready queue tersebut. Preemptive SJF sering disebut juga Shortest-Remaining- Time-First scheduling. 

2. Non-preemptive
Penjadwalan Non Preemptive ialah salah satu jenis penjadwalan dimana sistem operasi tidak pernah melakukan context switch dari proses yang sedang berjalan ke proses yang lain. Dengan kata lain, proses yang sedang berjalan tidak bisa di- interupt. CPU tidak memperbolehkan proses yang ada di ready queue untuk menggeser proses yang sedang dieksekusi oleh CPU meskipun proses yang baru tersebut mempunyai burst time yang lebih kecil. Ada beberapa kekurangan dari algoritma ini yaitu: 1. Susahnya untuk memprediksi burst time (lama eksekusi) proses yang akan dieksekusi selanjutnya. 2. Proses yang mempunyai burst time yang besar akan memiliki waiting time yang besar pula karena yang dieksekusi terlebih dahulu adalah proses dengan burst time yang lebih kecil.



Nama Proses
Saat Tiba
Lama Proses
Saat Mulai
Saat Rampung
Lama Tanggap
A
0
5
0
5
5
B
3
7
11
18
15
C
5
2
5
7
2
D
6
4
7
11
5
∑ Ti
27
Tr
6.75


Disusun urutan proses berdasarkan pprioritasnya, yaitu CDAB, tetapi pada saat tiba =0, proses terpendek C belum datang, maka mengerjakan proses A dahulu, setelah selesai pada saat 5, proses C sudah datang, sehingga C dikerjakan dan seterusnya.
Seperti :
 A                            B                   C      C

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
A
A
A
A
A
C
C
D
D
D
D
B
B
B
B
B
B
B
Keuntungan : Memperkecil rata-rata lama tanggap
Kelemahan : layanan terhadap proses panjang bisa tidak terlayani jika proses pendek datang terus.

Nama Proses
Saat Tiba
Lama Proses
Saat Mulai
Saat Rampung
Lama Tanggap
A
0
5
0
5
5
B
0
8
5
13
13
C
0
10
13
23
23
D
0
11
23
34
34






∑ Ti
75
Tr
18,75




Inisaja dulu ya, semoga bermanfaatsemoga bisa menjadi sebuah pelajaran yang berhrga dari setiap materi yang saya sampaikan.. tetap semanagat #ganbatte

Tidak ada komentar:

Posting Komentar