Blogger Widgets Abdurrahman Fadhillah (Ikhwan Polsri): PACARAN MENURUT PANDANGAN ISLAM

Rabu, 17 Desember 2014

PACARAN MENURUT PANDANGAN ISLAM


PACARAN MENURUT ISLAM


Assalamualaikum WR.WB.

        Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam,tiada Tuhan selain Allah dan tiada pula yang berhak disembah selain Allah. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, beserta para keluaga beliau,istri-istri beliau, para sahabat-sahabatnya, dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Aamiin aamiin aamiin Ya Rabbala'lamin.


       Pada hari ini akan membahas tentang salah satu tren anak muda abad 21 yaitu PACARAN. Siapa yang tidak kenal dengan istilah pacaran ?. Istilah pacaran tidak bisa lepas dari remaja, karena salah satu ciri remaja yang menonjol yaitu adanya rasa senang dengan lawan jenis. Pada masa kini, jika seorang laki-laki atau perempuan menyukai lawan jenis maka akan melakukan pendekatan.Baik dengan cara memberikan perhatian lebih, mentraktir makan, jalan-jalan,chat,hanya sekedar bercengkrama, bahkan berhubungan seperti suami istri. Setelah pendekatan atau dikenal istilah PDKT berhasil dan gayung bersambut, lalu keduanya mulai berpacaran.


       Dikalangan remaja sekarang ini,pacaran menjadi identitas seseorang remaja yang teramat sangat dibanggakan. Biasanya remaja akan sangat bangga dan percaya diri bahwa dirinya memiliki seorang pacar. Dan sebaliknya jika remaja tersebut belum memiliki pacar atau yang sering dipanggil JOMBLO dianggap seseorang yang kurang gaul. Yang menjadi pertanyaannya yaitu apakah yang namanya CINTA itu HARAM ?. Cinta tentu tidaklah haram, karena cinta adalah fitrah yang diberikan Allah untuk manusia, sebagaimana dalam firman-Nya berikut yang artinya:



"Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya yaitu Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (QS. Ar-Rum: 21)




       Lalu bagaimana pacaran menurut pandangan Islam ?
Sebenarnya Islam tidak mengenal istilah pacaran. Jika seorang laki-laki menyukai seorang perempuan maka di dalam Islam mengenal istilah "khitbah" (meminang). Ketika seorang laki-laki menyukai seorang perempuan maka laki-laki tersebut harus mengkhitbahnya dengan maksud untuk menikahinya dalam waktu dekat. Selama masa khitbah itu keduanya harus menjaga agar jangan sampai melanggar aturan yang ditetapkan oleh Islam seperti berdua-duaan tanpa ditemani mahrom,memandangi dengan penuh nafsu,menyentuh dan lain-lain.



      Ada perbedaan yang sangat mencolok antara pacaran dan khitbah. Pacaran tidak ada kaitan sama sekali dengan pernikahan, sedangkan khitbah adalah proses awal menuju jenjang yang lebih serius (pernikahan). Allah berfirman yang artinya:

 "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga)” (QS.An­-Nuur:26). 

Sudah jelas Allah menekankan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya. Dan dalam Islam pun laki-laki dan perempuan boleh bergaul satu sama lain karena manusia adalah mahluk sosial selagi tidak melangar aturan yang sudah ditetapkan.


SAY NO TO PACARAN


   Jadi yang terpenting untuk kita saat ini yaitu menjadi pribadi yang baik akhlaknya, sikapnya, dan pikirannya.Ibadah kepada Allah janganlah ditinggalkan. Dan dalam Islam tidak mengenal istilah pacaran. dan yang lebih menyenangkan adalah Pacaran setelah kita menikah. jika engkau menginginkan nya pilihlah khitbah dan  berta'aruf dengan ia dan keluarganya. dan jika engkau telah mendapatkannya cintai dia seakan-akan engkau telah mencintainya karena Allah. bertemu denganya karena Allah dan berpisah dengannya Karena Allah pula. sekian dari saya semoga dapat kita ambil hikmahnya dan menjadi pribadi yan lebih baik lagi.aAamiin. Wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar